Alhamdulillah, perjalanan cinTAku berlanjut. Setelah ganti topik berulang kali, akhirnya topikku berhenti di kamu, iya kamu, tingkat partisipasi perempuan dalam angkatan kerja.
Topik TAku baru disetujui dosbing H-2 pengumpulan proposal, itupun pas malem hari sekitar jam sepuluh. Tentunya setelah melalui diskusi yang bikin aku pasrah, yang penting ibu bilang Ok.
Flashback ke #1, waktu itu dosbing nyaranin aku ganti topik tentang pertumbuhan ekonomi, karena beliau tahu, aku lebih tertarik dengan permasalahan ekonomi. Metode yang aku pakai masih sama, regresi probit. Ketika aku nyerahin proposal dan sedikit cerita mengenai topikku, dosbing bilang kalau pertumbuhan ekonomi tidak bisa dikategorikan. For your information, regresi probit digunakan ketika variabel respon yang digunakan berupa data kategorik. Dan setelah dosbing bilang kayak gitu, aku terduduk lemas sambil menatap dosbing dengan wajah melas.
Aku mencoba berpikir. Sebelum bimbingan, aku udah nyiapin beberapa permasalahan yang pengen aku diskusiin, di antaranya permasalahan tentang gender. Aku mulai membuka diskusi dengan membahas seputar isu gender. Setelah diskusi yang cukup lama, dosbing pun mengatakan kalau aku boleh nyoba pakai topik gender.
Lagi dan lagi, aku mulai nyari masalah, nyari referensi sana sini. Meskipun rasanya sudah bosan, tapi I have to fight for my bachelor-degree-soon. Kalau inget gimana bapak ibu kerja banting tulang, rasanya pengen ngerjain TA cuma seminggu, lalu sidang dan wisuda. Kelar. Tapi ini TA, bukan hanya sekedar ngerjain laporan praktikum yang variabel penelitian dan datanya bisa ngasal, nggak terlalu butuh teori ini itu. Dan yang namanya prosedur, tetap harus dijalankan. So, be patient yes buat semua mahasiswa tingkat akhir yang sedang berjuang dengan TA. Nikmati prosesnya, karena itu yang nanti bakal kamu kenang dan menjadi cerita untuk anak cucu.
Oke lanjut. Aku memutuskan untuk mengambil topik tentang Indeks Pembangunan Gender (IPG). Aslinya kurang sreg juga sama topik ini, tapi aku udah buntu maksimal. Udah gupuh juga karena deadline pengumpulan makin deket. Ya akhirnya aku bikin proposal dan menemui dosbing. Do you know, what was my dosbing said about gender? "Isu tentang gender itu kurang menarik mbak, coba cari topik yang lain." Maaak gimana kalau aku nggak usah TA aja tapi langsung wisuda?
Aku mulai frustasi. Dengan sangat terpaksa aku searching kembali mencari masalah lain. Lalu tiba-tiba, malam hari ketika H-2 pengumpulan proposal, dosbing ngechat "Mbak, isu tentang gender menarik untuk dibahas." Hampir aja aku ngelempar hp, saking gemesnya. Untung nggak jadi.
Nah setelah dosen mengatakan seperti itu, aku langsung berdiskusi. Aku tidak langsung menyetujui topik tersebut, karena sebelum dosbing bilang isu gender itu menarik, aku udah nemu topik lain. Aku mengajukan topik mengenai Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan (TPAK Perempuan). Alhamdulillah dosbing menyetujui. Dalam waktu empat hari, aku ngebut ngerjain proposal. Akhirnyaaa kekejar juga deadlinenya dan alhamdulillah aku bisa daftar seminar proposal. Meskipun proposalnya dikerjain dengan kilat sekilat-kilatnya.
Cerita tentang seminar proposal akan berlanjut di #3. Stay tuned ya.